Buku Ajar Bahasa Bantu
Buku Ajar Bahasa Bantu
Judul : Buku Ajar Bahasa Bantu
Penulis : Sugiarti, M.Pd.
Penerbit : Bookies Literasi
Jumlah Halaman : 119
Ukuran : 14 x 20 cm
Harga : 92.000
ISBN :978-623-5381-40-4
SINOPSIS
Luasnya bangunan bahasa Melayu melahirkan bahasa-bahasa lokal(dialek). Bahasa perdagangan
menggunakan bahasa Melayu di berbagai Pelabuhan Nusantara berbau dengan bahasa Portugis, Mandarin, maupun bahasa setempat.
menggunakan bahasa Melayu di berbagai Pelabuhan Nusantara berbau dengan bahasa Portugis, Mandarin, maupun bahasa setempat.
Terbentuklah variasi bahasa di beberapa kota pelabuhan di kawasan Timur Nusantara,
misalnya di Manado, Ambon dan Kupang. Orang-orang Cina di Semarang dan Surabaya juga menggunakan varian bahasa Melayu. terdapat pula bahasa Melayu Cina di Batavia. Bahasa-bahasa lokal ini secara umum dinamakan bahasa Melayu pasar.Sementara itu, pemerintah kolonial Hindia Belanda menyadari bahwa bahasa Melayu dapat dipakai untuk membantu administrasi Bagi kalangan pegawai pribumi alasannya penguasaan bahasa Belanda para pegawai pribumi dianggap lemah sejumlah sarjana Belanda mulai terlibat dalam standarisasi bahasa Melayu Selain itu, penguatan bahasa Melayu dilakukan di sekolah-sekolah dan didukung dengan penerbitan karya sastra dalam bahasa Melayu. pada perkembangan selanjutnya, terbentuklah “embrio” bahasa Indonesia yang secara perlahan-lahan mulai menunjukkan perbedaannya dengan bahasa Melayu Riau yang sudah ada sebelumnya.
misalnya di Manado, Ambon dan Kupang. Orang-orang Cina di Semarang dan Surabaya juga menggunakan varian bahasa Melayu. terdapat pula bahasa Melayu Cina di Batavia. Bahasa-bahasa lokal ini secara umum dinamakan bahasa Melayu pasar.Sementara itu, pemerintah kolonial Hindia Belanda menyadari bahwa bahasa Melayu dapat dipakai untuk membantu administrasi Bagi kalangan pegawai pribumi alasannya penguasaan bahasa Belanda para pegawai pribumi dianggap lemah sejumlah sarjana Belanda mulai terlibat dalam standarisasi bahasa Melayu Selain itu, penguatan bahasa Melayu dilakukan di sekolah-sekolah dan didukung dengan penerbitan karya sastra dalam bahasa Melayu. pada perkembangan selanjutnya, terbentuklah “embrio” bahasa Indonesia yang secara perlahan-lahan mulai menunjukkan perbedaannya dengan bahasa Melayu Riau yang sudah ada sebelumnya.
